0 Ini Bukan Akhir

Kamis, 18 Desember 2014
Tak terasa detik telah berlalu
Meninggalkan hari dan sebuah cerita
Penggalan memory terukir di tiap perjalanan waktu
Tawa, canda, duka dan tangis
Menghiasi kebersamaan kita.

Kau adalah sosok panutan.
Kau seorang sahabat, guru serta ibu yang selalu membimbing kami
Kini kami hanya bisa mengitung hari
Dimana kita akan berpisah.

Dengan bentangan jarak dan waktu yang cukup lama.
Rasanya diri ini rapuh
Kami tak menyangka akan berpisah secepat ini.
Dua tahun yang terasa amat singkat

Tapi, jika ini memang yang terbaik.
Kami ikhlas, bu

Lanjutkan langkahmu.
Kejar citamu jauh di depan sana
Berlarilah yang kencang untuk menggapai asa.

Disini.
Kami pasti akan merindu
Semua kelakarmu
Semua omelanmu
Dan semua kepoanmu.

Namun, neskipun jarak memisahkan.
Kita akan tetap satu.

Terima Kasih Ibu...

0 serpihan kenangan

Rabu, 22 Oktober 2014
its happened again.
oh god.

sepertinya lingkaran setan itu terus saja berputar. tidak menjauh ataupun menghilang. sudah ku bilang kan, bahwa aku tak mau lagi mengusik masa lalu. aku hanya ingin membiarkan semua kenangan itu terkubur dalam-dalam tanpa perlu di korek kembali.

tapi nyatanya...

baru saja semenit kemudian aku mengenang semua kejadian masa lampau itu. dan tak hanya itu saja. yang membuatku sesak adalah, aku menginginkan semuanya berulang. aku mengharapkan semuanya terjadi sekali lagi. what a crazy things, isnt it?

ya tuhan.

aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa itu adalah hal yang mustahil dilakukan. seperti melempar batu ke dalam kolam. batu itu tidak akan pernah kembali. dan aku tahu persis hal itu.

mungkin, aku hanya tidak rela.

tak rela masa-masa itu begitu cepat berlalu. menghilang bersama waktu yang terus bergerak maju. apakah aku salah?

apakah ini suatu kejahatan?

aku tak bisa memaksa orang mengikuti apa yang aku rasakan, hanya saja...

ahh, sudahlah. toh perasaan ini akan tenggelam bersamaan dengan detak waktu yang berjalan.
atau setidaknya hal itu yang aku harapkan

0 You make me crazy



satu hari.
dua hari dan lihat sekarang sudah berapa lama.
lima hari sejak aku tak lagi menyapamu di pagi hari. atau sekedar menanyakan keadaanmu di malam sunyi

bahkan ketika aku marah padamu
kenapa bayangmu terus mengusik tiap malamku.
kamu selalu datang dalam mimpiku.

I just dont get you.
why you can treat me like that?

yes, Im still angry. I hate if I dont know you, each day.
I hate to be the last
I wont to be the last
its make me suffer, make me wondering how is your condition.

Im sorry for all my egoism
aku minta maaf atas segala sifat kekanakkanku
ternyata ngediemin kamu itu rasanya sakit.

dont make me fell like this, please.

So, can you tell me how is you day happen.
or tell me your current feeling about the day, about the weather or your sickness of traffic.
just anything...

because I've loved to hear your story.
its make me close to you even I cant see you everyday

Nb. Seharusnya note ini di posting seminggu yang lalu

0 Just you

Rabu, 30 April 2014
Kadang
Seseorang tidak butuh untaian kata-kata mesra untuk mengungkapkan perasaannya

Adakalanya seseorang hanya butuh untuk tahu bahwa ia merasa di perhatikan.

Sekedar ucapan selamat pagi atau emoticon smiley di pesan bergambar

Ya, seseorang itu adalah aku

Aku tidak butuh seluruh dunia beserta isinya untuk membuktikan kamu menyayangiku

Aku hanya butuh kamu
Untuk selalu berada di sisiku
Itu saja.

0 It's not me

Selasa, 11 Maret 2014
I'm not me when I'm with you

Aku tak menjadi diriku ketika bersamamu
Aku tak lagi menjadi apa yang seharusnya
Dan entah kapan aku menjadi lemah
Merasa tak berdaya

Mungkin tidak seharusnya aku berubah
Tidak seharusnya aku bergantung pada orang lain
Karena tak selamanya mereka dapat mengerti
And I hate to be weakness

It's not me

Dulu aku selalu melakukan apapun yang ingin aku lakukan
Pergi kemanapun tempat yang aku suka
Menjadi apapun yang aku inginkan

Lalu

Kenapa semua itu hanya terasa seperti kenangan?

Apakah selama ini aku hanya berpura-pura?

Mungkin aku terbuai
Hufh. Just another wondering.
A big qustion in my mind.
Is the way I took just another mistakes?


#random #kegalauanditengahmalam #abaikanpostingandiatas

0 Tentang rasa Tentang kita

Kamis, 20 Februari 2014
Tentang rasa, tentang kita

Tak banyak yang bisa ku ucap
untuk menggambarkan apa yang aku rasa saat ini.
Lidahku kelu dan tubuhku membeku.

Untaian kata pun mungkin tak akan cukup merangkai semua rasa yang terpendam dalam hati.

Maka, biarkan saja.

Biarkan saja, rasa ini mengalir sesuka hati.
Mengisi setiap pori-pori urat nadi. Memompa setiap hela nafas yang terpatri.

Karena semua ini
Adalah tentang rasa, tentang kita.

0 Still be mine

Aku memperhatikanmu dalam diam
Dalam keremangan cahaya temaram
yang merasuk ke dalam pancaran bintang

Aku memperhatikanmu dalam diam
Dengan jutaan kata yang teredam
Mencoba berteriak namun menguap sia sia

Apa kau tahu

Namamu ada dalam tiap doa yang terucap
Bayangmu hadir dalam tiap mimpi yang terlelap
Lembut suaramu terngiang di tiap semilir angin yang bertiup

Hangat tanganmu yang selalu menggenggam jemariku erat
Membuatku merindu di tiap menit yang berdetak
Semuanya tentangmu
Membuatku bahagia sekaligus takut

Sampai aku tak berani membayangkan jika kau menghilang
Sampai sesak rasanya

Karena sekarang kau menjelma
menjadi bagian yang penting dalam hidupku

Jadi, tetaplah disini
Tetaplah berada di sisi
Selamanya...

0 Daisuki dakara

Jumat, 13 Desember 2013


Debaran itu kembali datang.
Menjelma menjadi detakan keras yang terasa sepuluh ribu kali lebih cepat.
Menghantam tanpa memberi peringatan.
Rasanya sakit, namun di saat yang sama juga terasa menyenangkan.
Entah bodoh atau gila yang jelas Aku menyukainya.

Aku tak mengira pada awalnya.
Padahal sudah cukup lama ia menghilang.
Aku juga tak terlalu berharap rasa itu akan kembali datang.
Karena aku tahu, masih sulit rasanya untuk membuka hati.
Takut jika nanti akan terluka kembali.
Sedangkan luka lama itu tak pernah benar-benar pulih.

Namun kali ini berbeda.
Aku suka disaat jantungku berdetak detak saat membaca pesannya.
Aku suka tersenyum saat benakku melayang memikirkannya.
Aku suka melihatnya dari kejauhan.
Sepertinya aku memang menyukai dia. Eh, bukan. Kata kata itu kurang cocok. Hm, coba kita lihat.

Oh, benar.

Karena aku...

Jelas-jelas menyukainya.




0 54

Jumat, 27 April 2012


Lima Puluh Empat.

Bukan hanya sekedar angka acak. Bukan pula jumlah yang sedikit. Lima puluh empat adalah usia-mu, Bapak. Semakin tuakah, dirimu? Dengan rambut yang mulai memutih di sela surai hitam pekatmu. Kulit yang mulai mengeriput di balik tulang yang kian merapuh.

Aku tahu, ini sangat terlambat. Seharusnya aku posting tulisan ini sehari sesudah hari lahirmu yang tanggalnya sama dengan hari lahirku juga, 15 maret. Tapi tak mengapa.

Aku hanya memanggilmu, Ayah.
Disaat aku kehilangan arah...
Aku hanya memanggilmu, Ayah.
Jika aku tlah jauh darimu...

Di usiamua yang tidak lagi muda. Tubuh legam tersengat sinar mentari di sela-sela peluh yang membasahi sekujur tubuh hanya demi menafkahi keluarga yang kau cintai, aku tahu bahwa kau sudah berupaya sekuat tenaga. Bahkan kau rela mempertaruhkan nyawa hanya demi melihat sebuah senyum terukir di sudut bibir anak bungsumu ketika memeluk sebuah raket dari hasil jerih payahmu seharian.

Bapak. Aku tahu tidak banyak yang bisa aku lakukan untuk membalas semua jasamu. Kau yang bahagia ketika menggendongku sewaktu usiaku lima tahun. Kau yang tertawa melihatku melontarkan gurauan garing yang bahkan tidak bisa di bilang lucu. Kau yang mengusap aiirmata ketika aku menangis akibat terjatuh ke dalam lumpur. Kau yang terlihat gusar ketika aku mulai bandel karena sering pulang larut malam. Kau yang marah ketika aku bertengkar dengan adik-adikku. Dan kau yang tersenyum bangga ketika melihatku menjadi seorang sarjana.

"Semoga kau menjadi sosok bijaksana yang selalu mencintai keluarga.
Semoga kau tetap menjadi seseorang yang bisa aku andalkan, menuntunku dalam kegelapan, serta mengantarku ke gerbang pernikahan suatu saat nanti."

Sepenggal doa.

Ya, hanya ini yang bisa aku berikan padamu disertai sekotak donat di usiamu yang sudah lebih dari separuh abad. Hanya sepenggal doa yang bisa aku munajatkan kepada Sang Pencipta. Dan dengan bangga juga aku katakan bahwa. AKU MENYAYANGIMU, BAPAK.

0 Kawah Putih, Bandung 31-03-12

Sabtu, 14 April 2012










0 Sebuah Perjalanan Menuju Petualangan

Penat!

Ingin menghilang!

Aku bosan dengan hiruk pikuk ibukota. Polusi mencekik tenggorokan dan macet yang tidak berujung. Alasan itulah yang mendorongku untuk menghabiskan liburan kali ini. Tiga hari yang terasa amat panjang. Jadilah sebuah perjalanan menuju petualangan itu aku mulai.

Tidak. Aku ingin pergi ke tempat yang lebih dari hanya sekedar Mall beton ataupun bioskop 21. Tempat yang bisa membuatku melupakan kejenuhan, tempat yang membuatku tidak usah berfikir terlalu keras. Hanya bersenang-senang. Keputusan ini aku ambil H- 2 menjelang keberangkatan. Dadakan? Iya. Nekad? Sudah pasti. Sesuatu yang belum pernah aku alami seumur hidupku yang kini beranjak 24.


Jumat, 23 Maret 2012

Dengan hati berdebar, ku ayunkan langkah menuju terminal Pulo Gadung bersama seorang teman, Lika namanya. Terkurung 11 jam dalam sebuah bus yang sempit cukup membuatku gila, sebenarnya. Namun, aku meyakinkan diriku betapa menyenangkannya jika sudah berada di tempat tujuan nanti.

Menjelang isya, sampailah kami di sebuah kota bernama Purwokerto yang di sambut oleh Thy dan Noe. Malam itu kami hanya makan karena aku masih mengalami jetlag (cieelah bahasanya). Aku menginap di kos-an Thy, sementara temanku menginap di rumah temannya yang lain. Perjalanan hari ini cukup menguras tenaga. Badanku sakit. Aku hanya ingin tidur, sumpah.

Sabtu, 24 Maret 2012

Hari ini kami memutuskan untuk tamasya ke Baturraden. Salah satu tempat rekreasi yang ada di Purwokerto. Dengan sebuah motor pinjaman, aku, thy yang di bonceng Noe pun berangkat ke sana. Pokoknya aku sudah memutuskan, seharian ini waktunya bersenang-senang. Mulai dari gunung sampai pantai. Seperti puisinya Rangga, ku lari ke gunung kemudian teriakku, ku lari ke pantai kemudian menyanyiku. Haha. Semuanya kami Jelajahi, tidak ketinggalan pula Lika dan teman lelakinya.

 
 siluet



Minggu, 25 Maret 2011

Ada awal ada pula akhir. Yep, waktunya pulang. Thanx Thy, Noe, Lika and wahyu for all those unforgotable moment in Purwokerto.

0 Sepenggal Kisah Sepatu dan Permen Karet

Minggu, 12 Februari 2012
Ini bukan sebuah kisah drama romantis yang pernah kau baca dari buku dongeng manapun. Bukan pula kisah melankolis dramatis yang terpampang di billboard raksasa tiap bioskop di seantero dunia. Ini hanya sepenggal kisah sepatu dan permen karet. Kisah antara aku dan dia.

NB: intro plot Siti n Abner. =))

0 The Chara's

Chara BTM
1. Sophie B Castel [Hufflepuff, Deleted]
2. Kyoichi I Marveilles [Hufflepuff, Deleted]
3. Suzuran Ichinomiya [Deleted]
4. Sidharta Deveroux [Slytherin, Deleted]
5. Kimieshaa Hartwegii [Gryffindor. Deleted]
6. Siti Maesaroh [Gryffindor, Thn 1]

Chara BA
1. Quinshaa Dupont [Sournois, Sorciere]
2. Castiel La Vetra [Leandre, Sixieme Ecolier]
3. Song Maeri [Vendeur]
4. Russell Salt

Chara Ryoku
1. Ashiya Moriyama [Kiku, Deleted]


Keterangan Karakter.


1. Sophie B. Castel
Nama : Sophie Bourne Castel
Nama Panggilan : Sophie
Vis : Jessica Lowndes
TTL : Kanada, 8 November
Status Darah : Half Blood
 
Nama Sophie terinspirasi dari sebuah karakter yang aku baca di salah satu novel Dan Brown. Seorang wanita keturunan Prancis yang bernama Sofie. Dan entah mengapa, aku mengubahnya menjadi Sophie. Lalu untuk Bourne sendiri karena aku pecinta The Bourne Trylogy. Haha. Sedangkan Castel terinspirasi dari salah seorang malaikat di Supernatural yang sebenarnya ada imbuhan 'i' yang aku hilangkan.

Gadis yang dilahirkan dari seorang ayah penyihir dan ibu keturunan muggle born. Cerewet, sok tahu, bawel namun penakut pada tempat gelap dan sempit. Meskipun terkadang phobianya itu sering ia acuhkan.

Sangat menyayangi ayahnya, selalu terlihat kuat di luar meskipun dalam hatinya ia kesepian lantaran di tinggal ibunya. Seorang mantan Prefek yang jatuh cinta dengan Aldo Dutie. Meskipun kisah mereka tidak berkembang karena kesibukan masing-masing PM.


2. Quinshaa Dupont
Nama : Quinshaa Dupont
Nama Panggilan : Quin
Vis : Liv Tyler
TTL : Venesia, 19 September
Status Darah : Pure Blood

Berawal ingin menciptakan sebuah karakter perempuang dingin, cantik, anggun namun berbahaya. Lahirlah seorang Quinshaa. Bermarga Dupont (nama random yang aku pilih untuk latar belakang Prancisnya) sang aristokrat penyendiri yang sangat membenci Papanya.

Seorang Sournois yang mempunyai saudara se-ayah bernama Floquinna Flowchart, hasil dari perselingkuhan sang Papa. Kini ia bekerja sebagai agen pembunuh bayaran, berlawanan dengan pekerjaan mantang kekasihnya, Gaspard La Morel, Seorang Auror.

0 Doa Sang Pujangga

Rabu, 01 Februari 2012
"Ya Allah jika kau halalkan aku merindui Kekasih-Mu. 
Jangan biarkan aku melampaui batas, sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya Kepada-Mu. Ijinkan ia datang pada waktu yang tepat dimana cinta itu akan membuatku selalu mengingat-Mu. 

Aku merindukan orang yang aku sayangi meski dia tak selalu disampingku , menemukan sebuah bintang yang akan terus menemani sampai aku menutup mata, berjalan ditengah hujan agar tak ada yang mengetahui bahwa aku sedang menangis dan mencari pendamping hidupku yang bisa menjaga nama baikku, keluargaku, kekurangan serta perasaan."

Quote from Kazu

0 Sumtin' Memorable, Sumtin Unforgotable.

Rabu, 25 Januari 2012
Jakarta, 22 Januari 2012

Cuaca kala itu cerah, matahari bersinar terik ditemani dengan iringan awan putih yang berarak pelan. Udara yang berhembus pun terasa kering. Tidak ada tanda hujan akan turun hari ini. Maka, tanpa berlama-lama aku pun membawa Hiro--nama untuk ksatria besi-ku, untuk segera melaju. Melintasi jalan dan mengarungi lautan lalu lintas dengan perlengkapan yang lengkap. Ini pertama kalinya aku membawa Hiro cukup jauh. Bukan karena ia tidak sanggup, hanya saja aku yang tidak hafal dengan lika liku jalan Ibukota. Haha. Tertawalah. Karena hal itu memang benar. Aku termasuk dalam kategori "New Rider". Yang sebelumnya hanya pejalan kaki dan korban angkot dan juga patas.

Dengan kecepatan kurang lebih 40 km/hr, aku dan Hiro melewati moment bersama. Melewati tiap tikungan, terhenti oleh lampu merah dan melayang cepat di sertai desiran angin yang menghantam kaca plastik helmku. Walau terkadang harus terganjal dengan kemacetan, atapun lubang yang tidak bisa aku hindari di jalan. Well, Hiro memang jagoanku.Aku suka ksatria merahku.

Sampai akhirnya aku tiba di tempat yang aku tuju, Gajah Mada Plaza. Terletak di daerah Harmoni, Jakarta Pusat tak jauh dari Halte utama atau yang terbesar dari Transjakarta. Dan untungglah, aku tidak kesulitan untuk memarkirkan Hiro, karena biasanya aku masih canggung dalam urusan parkir-memarkir. Hehe. Apalagi di tempat yang belum pernah aku pijaki.

Dan disanalah, aku bertemu dengan sekumpulan teman yang sudah sepakat untuk menghabiskan akhir minggu bersama. Di awali dengan acara karokean dengan suara yang rata-rata ngepas a.k.a sebisanya lah, kecuali Vman, wow, dia sudah seperti diva. Apalagi dipasangkan dengan Aoi saat mereka duet bareng menyanyikan lagunya Reza dan Masaki, (Vman sih oke, tapi Aoi?) Terlihat jelas perbedaanya. (Yaiyalah, Vman kan cewe, klo Aoi cowok) lalu ada Rommy yang membawakan lagu Josh Groban dengan penuh penghayatan (udah kaya mau audisi Indonesian Idol), tak kalah heboh Iori yang mengCover Alamat Palsunya Ayu Ting Ting di sertai goyang perut. Dan yang tidak ketinggalan Nami, sponsor utama dari acara karokean kami kala itu, berduet dengan saya sendiri dalam menyanyikan Avril-Wish you were here.

Waktu 2 jam terasa singkat, dan akhirnya harus kami akhiri dengan iringan lagu dari Mandy Moore yang tidak jadi di nyanyikan. Haha. Setelah itu pun kami menuju tempat pemberhentian berikutnya. Lunch Time--meski telat. Setalah sibuk berperang dengan piring masing-masing  yang terhidang, kami memutuskan berpencar untuk hunting barang-barang obralan disertai foto-foto narsis. Sampai akhirnya kami bosan. Untung ada Rommy yang mengajak untuk hunting di Pasar Pagi (sebenernya sih untuk kepentingannya sendiri), tapi karena kami teman-teman yang baik hati tidak sombong dan rajin menabung *loh* kami pun turut menemaninya.

Dengan 3 motor yang berjalan berendengan, kami menuju target berikutnya. Senang rasanya ketika kami tertawa lepas saat main kucing-kucingan dengan polisi yang berada di tengah perempatan Kota Tua (mungkin Nami sama Vman tidak demikian). Tapi aku rasa, sore kala itu cukup seru dan menegangkan.

Sesampainya disana, kami bergerak demi mencari sebuah benda yang di incar Rommy. Sempat ada kejadian "Vman anak yang hilang", namun akhirnya ketemu lagi. Sebenarnya, Mall itu sudah mau tutup, dengan lampu dan eskalator yang mulai di matikan serta beberapa pegawai yang mulai sibuk merapikan barang dagangannya. Saat itu aku merasa terjun dalam sebuah adegan film horor dimana dikisahkan sekumpulan remaja yang memasuki gedung terbengkalai dengan ruangan gelap tidak berpenghuni yang akhirnya terperangkap dan bertemu mahkluk-mahkluk penghuni sana. Haha. Khayalanku memang terlalu tinggi.

Sampai akhirnya malam pun menjelang. Di tempat parkir motorlah kami terdampar, tak tahu harus kemana sementara Vman yang gelisah dalam memutuskan dirinya harus pulang atau tidak. Tadinya aku pun menginginkan hal yang serupa, namun hal itu aku urungkan. Maka, jadilah kita menjelajah malam di Kota Tua yang di padati gedung-gedung lama bersejarah. Dari mulai Iori dan Vman yang menguji keberuntungan mereka memasukkan sebuah cincin plastik ke dalam botol, aku dan Nami yang sibuk mengagumi pernak-pernik unik yang terhampar di sepanjang jalan menuju Fatahillah, Aoi yang ingin memasang tatto, serta Rommy yang terlihat kalem-kalem aja.

Aku beruntung memiliki mereka sebagai teman, sungguh.

Dan akhirnya kami pun mengakhiri malam yang kian kelam dengan bersantai di sebuah kedai es krim yang di dekor dengan suasana Jakarta tempo dulu. Lelah namun menyenangkan. Sayangnya, tidak ada gambar yang bisa di abadikan. Akan tetapi, walaupun saat itu terdapat kamera, mungkin memorinya tidak akan cukup untuk menampung luapan kegembiraan kami semua. Semoga kelak, hari-hari itu dapat terulang. Di tempat dan waktu yang berbeda, tentu saja.

Aku berharap....

NB: Rikuesan Aoi
Lelaki matang bernama Aoi sepanjang hari tiada matinya menggombali Vman yang sayangnya ga mempan. Hati Vman lebih kuat dari bola beton yang dipasang sama petugas rel kereta api. Haha.

0 Japan Fair UNSADA 2011

Rabu, 28 Desember 2011
JAPAN FAIR 2012
at UNSADA
Pondok Kelapa, Jak-Tim.
10-11-12 Februari 2012.



Lomba SMA :

Pidato Japan,
Role Play,
Doujinshi (Komik 4 panel).
Pemenang mendapatkan Sertifikat+Piala dan Uang Tunai.


Lomba Umum :

Gambar Manga,
Tokoyaki,
Dorayaki,
Karaoke,

Dance Caver Competition,
Cosplay Competition,
Band Perform.


CP :
Vita : 08989273406 (Lomba)
Tiffany : 02198707231 (Lomba)
Oje : 085719388613 (Band)


Band & Girlband yg Perform

Obake
Shayo-Sakato by (Seijiro)
Honey Cherry by (Seijiro)

by : Seijiro Akbar 085697666007 atau 087780081007.

yg mengaku pencinta acara dan musik Japan WAJIB datang. Oke!!!

Arigato.

4ward for Community Japan

0 Di Kala Rindu itu Melanda

Rabu, 21 Desember 2011
Kangen patung selamat datang, kangen patung pancoran...

Sudah hampir seabad rasanya tak pernah lagi melewati jalan2 Sudirman dan Gatot Subroto seperti kuliah dulu. Menatap hingar bingar lalu lintas yang selalu saja merayapi tiap jengkal jalan ibukota. Mengagumi kemegahan gedung-gedung pencakar langit yang dihiasi dengan kaca bening dan juga sepasang security di depan gerbangnya.

Aku terlelap. Terperangkap dalam dunia yang aku ciptakan sendiri. Dunia yang tadinya sangat aku inginkan. Berkutat dengan kesibukan yang aku pun tak sadar dibuatnya. Penat. Kemudian keadaannya menjadi tidak seimbang. Jarang kluar rumah untuk sekedar menghirup udara segar atau bermandi sinar matahari. Tak penah lagi berjibaku dengan keringat dan di hembus oleh polusi metropolitan. Atau disinari kerlap-kerlip lampu neon oleh mobil mobil yang berpapasan di patas 89 kala malam hari.

Aku rindu setengah mati.

Merindukan masa-masa dimana bisa melayang bebas seperti burung. Hinggap kemana saja tempat yang aku suka, Kota Tua, Grand Indonesia atau sekedar Plasa Blok M. Tertawa lepas dengan sahabat atau sekedar berbagi cerita. Aku rindu. Itu saja.

0 2 atau 3 Tahun Lagi

Senin, 28 November 2011
Menikah.

Dikala seseorang di anggap sudah layak untuk membina suatu hubungan baru dalam ikatan pernikahan dimana kedua pihak saling berjanji untuk sehidup-semati. Memikul bahagia dan lara berdua, saling mencintai dan menghabiskan sisa hidup bersama.

Namun, apakah hanya sebatas itu arti pernikahan?

Aku ingin menikah. Ya. Itu impian semua anak perempuan di dunia. Menjadi istri dari seorang pria pujaan, mempunyai sepasang anak lucu dan menggemaskan lalu hidup bahagia selamanya. Selayaknya dongeng yang sering di ceritakan oleh Ibu sewaktu aku kecil, dulu.

Satu-persatu aku menyaksikan teman-temanku melangkah ke jenjang pernikahan, membuat sebuah dunia kecil baru bersama orang yang dia sayangi. Terkadang aku iri. Aku juga ingin membuat dunia kecil milikku dan mengisinya bersama orang yang aku inginkan, seseorang yang tanpa pamrih bersedia membopongku ketika melewati jalan becek, sekedar membuka pintu taksi atau melontarkan gurauan garing.


Mungkin nanti. Dua atau tiga tahun mendatang.

Yeah, mungkin

0 Bukan Ramalan

Rabu, 16 November 2011


Kau tahu, 
Saat seseorang memberitahu masa depanmu, apa yang akan kau lakukan?
Mempercayainya ataukah berbalik mengabaikannya.

Zodiak, ramalan atau apapun sebutan untuknya, tak sedikitpun mengusik hati atau pikiranku saat ini (kecuali sewaktu diriku masih berseragam). Karena di balik semua itu, aku tahu tidak ada kebenaran didalamnya. Semua itu hanyalah permainan otak kecil dalam mensugesti tindakan seseorang sehingga untaian kalimat-kalimat menggoda dapat menjadi kenyataan. 

Sampai kejadian yang aku alami sore temaran tadi. Bukan. Ini bukan ramalan masa depan sebenarnya. Hanya sebuah pemikiran dari seorang atasan di tempatku bekerja. Lelaki paruh baya itu tidak bisa meramal atau memperkirakan masa depan. Dia hanyalah seorang pencermat, yang memungkinkannya mengetahui sifat dan kebiasaan di balik tingkah laku kita sehari-hari. 

Alangkah terkejutnya ketika ia membeberkan beberapa hal kecil tentangku yang hampir bisa di pastikan semuanya benar. Aku tertohok, tentu saja. Perkataannya memang pelan, namun menancap dalam-dalam. Padahal aku tak pernah bercerita tentang hal itu padanya. Dia menasihatiku beberapa hal, terutama tentang pasangan hidupku kelak. Katanya aku belum dewasa, pemikiranku masih terlalu anak-anak yang masih suka main kesana kemari. Dan aku mempunyai kualifikasi yang terlalu tinggi dalam hal pemilihan pasangan hidup. 

Aku mengakuinya, memang. Entah hal tersebut sudah mendarah daging ataukah selama ini aku hanya terbuai oleh novel dan drama-drama melankolis romantis.  Yang mengharapkan datangnya seorang pria tampan yang dapat menbahagiakanku seumur hidup. Cih. Sungguh picisan. 

" A Cinderella Wannabe" 

Tapi bagaimana jadinya jika aku hanyalah seorang  upik abu penuh debu dengan sepenggel serbet kotor, hm? Aku tidak percaya diri, itu kelemahanku. Aku tidak bisa menghargai diriku sendiri. Aku merasa kecil, mahkluk tidak berguna yang tidak bisa apa-apa. Aku tidak cantik secantik miss Universe, tidak langsing selangsing boneka barbie, tidak ada yang bisa di banggakan dalam diriku. Hanya seorang punuk yang merindukan bulan yang tak tergapai oleh tangan kecilnya. Miris.

Atasanku berpesan, "Temukanlah orang yang baik, yang dewasa agar mengerti keadaanku. Jangan jadi seorang wanita yang menunggu pujaannya datang. Namun raihlah selagi kesempatan itu ada". 

Itu saja.

0 Pangeran itu bernama...??

Selasa, 15 November 2011
Sepenggal kisah yang hanya berkelabat dalam memori tanpa benar-benar terwujud. 






Kisah Putri

            Alkisah hiduplah seorang Putri nan cantik jelita. Hidupnya begitu sempurna tapi ada satu hal yang meresahkan hati sang Baginda Raja dan Permaisuri. Putri itu selalu tampak kesepian. Setiap hari Putri hanya termenung dibawah jendela kamarnya dan menatap kosong hamparan rumput di depan jendela berlantai tiga itu.
            Putri itu berharap datangnya seorang Pangeran yang akan membuat hidupnya bahagia. Bukan seorang Ksatria Berbaju Hitam lengkap dengan pedangnya. Bukan pula Pangeran Tampan nan Gagah dengan Kereta Kuda Putihnya. Putri itu hanya berharap datangnya sang Pangeran yang berjiwa mulia dan berhati tulus, Pangeran yang datang dengan sebuah gitar usang yang dapat membuat malam-malam Putri menjadi lebih indah dengan hanya nyanyian sebuah lagu. Pangeran yang dengan tulus mencintai sang Putri, bukan karena harta kekayaannya.
            Oh...Pangeran, siapakah engkau sesungguhnya?
            Engkau selalu membuat Putri tidur tak nyenyak pada setiap malamnya. Engkau selalu membuat jantung Putri berdetak dengan sangat kencang saat Putri melihatmu.
            Pangeran perlihatkanlah dirimu segera. Karena Putri ini telah mulai lelah mencari Pangeran yang tak kunjung datang.

            Tuhan...maafkanlah diri ini, yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya. 
Namun apalah daya ini, bila ternyata sesungguhnya...
 Aku terlalu cinta dia....

            Mungkin ini memang jalan takdirku. Menunggu hatimu menyambut diriku. 
Tak mengapa bagiku. Asal kaupun bahagia dalam hidupmu.
            Telah lama kupendam perasaan itu. Menunggu hatimu menyambut diriku. 
Tak mengapa bagiku. Mencintaimu pun adalah bahagia untukku.
            Ku ingin kau tahu... Diriku disini menanti dirimu. Meski kutunggu hingga ujung waktuku. 
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya.
            Dan izinkan aku...Memeluk dirimu kali ini saja. ’tuk ucapkan slamat tinggal untuk slamanya. 
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja...

 
Kisah Pangeran



            Di suatu desa nan jauh di pedalaman hutan. Hiduplah seorang Pangeran bersahaja yang baik hati. Pangeran itu hanya bertemankan sebuah Gitar usang. Dengan berbekal gitar itu, sang Pangeran mengembara dari desa ke desa dan melantunkan nyanyian indahnya. Nyanyian itu berasal dari suara hatinya. Sebuah lagu sederhana yang menyentuh sanubari bagi setiap orang yang mendengarnya.

            “Sperti bintang dilangit, begitu cinta kita. Takkan pernah binasa, meski terhapus masa. Terima kasih tuhan, kau telah sempurnakan. Telah engkau ciptakan, dia untuk diriku. Aku bukan pujangga, yang pandai rangkai kata. Yang kupunya hanyalah, hanya sekedar cinta. Saat kita melaju, diatas dua roda. Pegang erat pundakku, saat meninggalkanmu.

Lupakan aku bila itu terbaik untukmu. Jangan pernah, kau tanyakan cinta dan ketulusan. Yang kau pun tak punya. Biarlah aku akan pergi, tinggalkan semua cinta ini...

Selamanya...

Patahkanlah sayapku, saat aku mencoba berpaling dari kasih dan sayangmu. Maka bunuhlah aku bila aku mencoba, berpaling dan mencari penggantimu.“

Itulah penggalan lagu yang selalu Pangeran nyanyikan.  Lagu itu berjudul  Cinta Yang Sempurna.

            Pada suatu hari, sampailah Pangeran di sebuah kerajaan. Pangeran mendengar titah dari seorang Patih Kerajaan tentang pencarian seorang Pangeran yang dapat menghibur hati Sang Putri yang bermuram durja.

            Maka dengan menguatkan hati dan memberanikan diri. Pangeran pun akhirnya mengikuti sayembara untuk memenangkan hati Putri cantik itu. Berkat kegigihannya, sang Pangeran pun memenangkan turnamen itu.

            Dan setelah Pangeran memenangkan turnamen, tibalah saat yang dinantikan. Yaitu bertemu dengan Putri. Tapi apa yang  ia dapat??...

Sang Pangeran mendapati kenyataan bahwa Putri ini berpenampilan sederhana. Tanpa riasan wajah, tanpa gaun mewah, tanpa perhiasan.

            Putri ini hanyalah seorang gadis biasa yang tidak sesempurna apa yang selama ini kaum adam pikirkan. Tapi Putri ini telah jatuh hati pada Pangeran yang memenangkan turnamen . Dan ia mencintai Pangeran dengan segenap hatinya.

            Putri sudah menyerahkan hatinya sejak pertama kali bertemu dengan Pangeran. Walaupun pangeran tidak pernah menyadari kehadiran Putri disisinya. Hanya dengan melihat Pangeran bernyanyi, hati Putri ini sudah bahagia...

            Karna dengan kehadiran Pangeran dan bisa melihat wajah Pangeran, Putri seakan mendapat satu semangat untuk menjalani hari-harinya yang berat terasa menyenangkan .


            Putri hanya berani menatap Pangeran diam-diam tanpa pernah berani untuk mengucap satu patah kata pun, bahwa sesungguhnya Putri menyayangi Pangeran. Putri ini tidak cukup mempunyai keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya, yang selama ini hanya terpendam jauh di dalam lubuk hati Putri

            Dan Putri berterima kasih karena Pangeran telah menghiasi hari-hari Putri yang selama ini suram. Pangeran telah mewarnai dunia Putri menjadi lebih cerah dan berwarna.



Salahkah Putri ini yang mencintai Pangeran??



Kisah ini belum usai…

 Karna, yang dapat melanjutkan kisah ini, semuanya tergantung pada Pangeran.

Apakah Pangeran akan menerima Putri???

Ataukah cinta Putri  hanya bertepuk sebelah tangan. 
Hanya Pangeran yang dapat menentukan jawabannyaa. 



Jakarta, Maret 2006