Tampilkan postingan dengan label RPG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RPG. Tampilkan semua postingan

0 The Chara's

Minggu, 12 Februari 2012
Chara BTM
1. Sophie B Castel [Hufflepuff, Deleted]
2. Kyoichi I Marveilles [Hufflepuff, Deleted]
3. Suzuran Ichinomiya [Deleted]
4. Sidharta Deveroux [Slytherin, Deleted]
5. Kimieshaa Hartwegii [Gryffindor. Deleted]
6. Siti Maesaroh [Gryffindor, Thn 1]

Chara BA
1. Quinshaa Dupont [Sournois, Sorciere]
2. Castiel La Vetra [Leandre, Sixieme Ecolier]
3. Song Maeri [Vendeur]
4. Russell Salt

Chara Ryoku
1. Ashiya Moriyama [Kiku, Deleted]


Keterangan Karakter.


1. Sophie B. Castel
Nama : Sophie Bourne Castel
Nama Panggilan : Sophie
Vis : Jessica Lowndes
TTL : Kanada, 8 November
Status Darah : Half Blood
 
Nama Sophie terinspirasi dari sebuah karakter yang aku baca di salah satu novel Dan Brown. Seorang wanita keturunan Prancis yang bernama Sofie. Dan entah mengapa, aku mengubahnya menjadi Sophie. Lalu untuk Bourne sendiri karena aku pecinta The Bourne Trylogy. Haha. Sedangkan Castel terinspirasi dari salah seorang malaikat di Supernatural yang sebenarnya ada imbuhan 'i' yang aku hilangkan.

Gadis yang dilahirkan dari seorang ayah penyihir dan ibu keturunan muggle born. Cerewet, sok tahu, bawel namun penakut pada tempat gelap dan sempit. Meskipun terkadang phobianya itu sering ia acuhkan.

Sangat menyayangi ayahnya, selalu terlihat kuat di luar meskipun dalam hatinya ia kesepian lantaran di tinggal ibunya. Seorang mantan Prefek yang jatuh cinta dengan Aldo Dutie. Meskipun kisah mereka tidak berkembang karena kesibukan masing-masing PM.


2. Quinshaa Dupont
Nama : Quinshaa Dupont
Nama Panggilan : Quin
Vis : Liv Tyler
TTL : Venesia, 19 September
Status Darah : Pure Blood

Berawal ingin menciptakan sebuah karakter perempuang dingin, cantik, anggun namun berbahaya. Lahirlah seorang Quinshaa. Bermarga Dupont (nama random yang aku pilih untuk latar belakang Prancisnya) sang aristokrat penyendiri yang sangat membenci Papanya.

Seorang Sournois yang mempunyai saudara se-ayah bernama Floquinna Flowchart, hasil dari perselingkuhan sang Papa. Kini ia bekerja sebagai agen pembunuh bayaran, berlawanan dengan pekerjaan mantang kekasihnya, Gaspard La Morel, Seorang Auror.

0 Siti Maesaroh

Senin, 19 September 2011
--sebelas tahun silam.

 "APA ELU KATE BANG?? AYE KAGA SALAH DENGER, EH?" teriak seorang wanita yang tengah hamil besar. Berdiri dengan kedua tangan di pinggang dengan raut muka memerah. 

"Suer, Nap. Abang kaga bo'ong, maapin abang Nap. Abang khilaf," jawab suaminya terbata.Bersimpuh di depan sang istri yang tanpa sengaja memergokinya sedang kencan dengan salah seorang bule berambut pirang. Jaenab yang tidak bisa menerima kelakuan suaminya, langsung melabrak mereka. Adu jambak rambutpun tidak dapat terhindarkan.Si bule yang tidak mempunyai ilmu bela diri Silat Betawi Sabeni, akhirnya menyerah kalah. Dan tinggallah sang suami seorang.

"POKOKNYE AYE KAGA MAO TAU, AYE MINTACER--AAAAAAHHHH--"

"Neng!! Neng kenapa neng?" pekik suaminya panik sementara sang istri terkulai lemas sambil memegangi perutnya. Bulir keringat sebesar bola golf  meluncur dari kening dan juga lehernya. Matanya terpejam, dan samar terdengar erangan kesakitan dari bibirnya. Kelahiran anak pertama meraka di perkirakan seminggu kemudian, namun karena emosi yang begitu meluap, akhirnya air ketubanpun pecahh.

"Sabar ya neng, abang bawa ke dukun beranak," kata sang suami bersiap menggotong Jaenab.

“Bego lu ye bang, disini mah kaga ada dukun beranak, tau!” sang sitri masih sempet-sempetnya memaki sang suami. “Cepetan bawa aye ke rumah sakit,” 

"I-iye, neng." angguk suaminya nurut. Yeah, Dia sama sekali tidak bisa membantah perintah dari istrinya, karena dia sudah tergabung dalam kelompok ISTI. Ikatan suami-suami takut istri.

Sekarang

“Sitiiiiiii,” pekik seorang wanita paruh baya dari arah dapur. Berpakaian daster lengkap dengan sebuah lap meja yang setia nangkring di atas pundaknya. Wanita itu adalah Jaenab, ibu dari anak perempuan sebelas tahun.  Seorang pekerja rumah yang merantau ke negri antah berantah dengan bekal ilmu masak dan bebersih rumahnya. Seorang keturunan betawi asli yang hidup jauh dari tanah airnya demi sebuah cita-cita mustahil, yaitu memperbaiki keturunan. Jaenab tidak cantik, dengan tinggi semampai (semester tidak sampai. red) dan kulit sawo matangnya ia ingin agar kelak mempunyai keturunan yang lebih baik darinya. Sebab itulah wanita tersebut mengikuti program pemerintah yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat dan tentu saja perekonomian itu sendiri dengan menjadi seorang TKW. 

Namun, cita-cita mulia tersebut kandas ketika ia jatuh cinta pada seorang pemuda kelahiran Betawi juga. Yah, apa mau di kata. Nasi sudah jadi bubur. Dan beginilah nasibnya sekarang. Memiliki seorang anak perempuan yang rada bawel dengan bibir agak lebar. Dialah, Siti Maesaroh. Buah cinta Jaenab dengan Safei. 

(bersambung)